Jumat, 22 Februari 2013

proses terjadinya gempa vulkanik

Gempa bumi vulkanik terjadi karena adanya proses dinamik dari magma dan cairan yang bersifat hidrotermal (peka terhadap panas), sehingga dapat dipakai sebagai tanda-tanda awal peningkatan keaktifan gunung api.  Proses fluida (cairan) dinamis yang terjadi karena adanya gradien suhu dan tekanan magma  dapat menimbulkan gelombang gempa yang berasal dari proses resonansi retakan yang terisi cairan magma. Frekuensi gempa vulkanik yang dominan berkisar antara 1 sampai 5 Hz, selain frekuensi rendah  lainnya.
Gempa vulkanik sebenarnya terdiri atas beberapa tipe seperti pada tabel di bawah ini:
Tipe Gempa
Keterangan
Frekuensi Tinggi
Frekuensi dominant berkisar antara 5-15 Hz. Disebabkan oleh  sesar atau mendatar
Frekuensi Rendah
Frekuensi dominant antara 1-5 Hz. Peneyebab karena proses tekanan cairan (fluida)
Multifase
Mengandung frekuensi rendah dan tinggi yang merupakan proses kombinasi
Ledakan
Disebabkan oleh letusan yang sifatnya explosive. Sinyal mengandung gelombang udara juga gelombang  tanah.
Tremor
Tremor adalah sinyal yang kontinyu dengan durasi menit sampai beberapa hari. Frekuensi dominant 1-5 Hz
Periode Sangat Panjang
Periodenya dari 3 sampai  20 detik yang disertai dengan letusan gas belerang
Dangkal
Proses  bukan vulkanik yang dapat menimbulkan gelombang gempa. Contoh, gerakan salju,.

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar